Orang tua mana yang tidak akan panik atau sedih apabila anak sakit karena buah hati yang tadinya ceria dan lincah mendadak menjadi lesu, gelisah. Dan seperti pada umumnya penyakit bayi / balita selalu diindikasikan dengan demam. Guna mengetahui panas si buah hati biasanya kita menggunakan termometer.
Termometer yang paling umum adalah berbentuk batang dimana penunjukan panasnya menggunakan liquid dengan papan angka penunjuk suhu (Celcius dan Fahrenheit) lalu yang sedikit lebih modern tetap dengan bentuk yang sama tetapi penunjuk suhu sudah secara digital (ditampilkan pada layar LCD kecil) tetapi cara penggunaan keduanya dari dulu hingga kini tidak berubah yaitu harus dikempit pada ketiak balita untuk waktu yang cukup lama (1 sampai 2 menit dan kadang lebih) yang mana tentu itu merupakan kendala tersendiri karena selagi sehat saja seringkali balita sulit diminta untuk diam apalagi selagi sakit dan apabila
kita paksakan agar ia diam pasti dia justru akan berontak sehingga kita tidak mendapat hasil yang cukup untuk mengukur panas tubuhnya. Apalagi untuk alat yang berbasis liquid dimana alatnya menggunakan kaca, apabila tertekuk atau terjatuh pasti akan pecah dan menimbulkan masalah baru.
Sepertinya masalah tersebut kini akan teratasi karena telah diciptakan alat yang diistilahkan sebagai "termometer dahi", atau Forehead Thermometer yang mungkin kelak alat ini akan menjadi gadget yang sangat membantu orang tua.
Bentuk gadget tersebut beragam (beda merek tentu beda bentuknya) tetapi pada intinya tidak berbeda dengan termometer biasa, masih berupa batangan tetapi lebih tebal dan melengkung (mungkin agar mudah dipegang dan ergonomik). pada ujungnya ada sensor yang dikelilingin lapisan karet dan di ujung lainnya ada penampang digital berbasis LCD, bahkan ada yang alatnya mirip pistol pada filem fiksi. Alat ini umumnya menggunakan tenaga baterai lithium seperti yang umum digunakan pada jam tangan elektronik.
Cara menggunakannya Forehead Thermometer begitu mudah dan sangat cepat, cukup tempelkan FT ke dahi si kecil dan dalam beberapa saat alat tersebut langsung dapat menunjukkan suhu secara digital dengan backlight yang berbeda, hijau apabila suhu tersebut termasuk normal dan merah apabila sudah termasuk kategori demam.
Fitur yang umum adalah dapat diset untuk Celcius atau Fahrenheit, menyimpan memory panas, dapat mati sendiri apabila tidak digunakan sampai jangka waktu tertentu (mungkin sekitar 1 menit).
Fitur tambahan pada beberapa merek ada yang bisa menyimpan sampai puluhan data rekaman panas yang terdeteksi lengkap dengan tanggal dan jam yang tentu akan mempermudah anda untuk menganalisa perkembangan panas yang diderita si mungil tanpa perlu repot mengingat-ingat lagi.
Bahkan ada alat yang sekaligus dapat berbicara (membacakan angka yang tampil) namun mungkin belum tersedia yang berbahasa Indonesia. Walau begitu fitur suara dapat dikatakan sekedar "nice to have" mengingat harganya yang hanya terjangkau masyarakat tingkat menengah keatas dapat dipasti penggunanya tidak buta aksara, demikian pula apabila si mungil dirawat oleh baby sitter maka pasti baby sitter terlatih mampu membaca.
Tertarik mendapatkan alat ini ? silakan tanyakan ke apotik yang lengkap. Anda mau tau variasinya cukup googling dengan keyword Forehead Thermometer.
Memang Termometer tidak dapat menyembuhkan si kecil tetapi setidaknya membantu kita mengetahui kondisi sang buah hati dan tentu harapan Inovassi.com adalah bila kita dan buah hati kita selalu sehat-sehat saja, karena sebaik-baiknya gadget seperti ini pasti lebih baik apabila kita tidak perlu menggunakannya yang berarti kita dalam keadaan sehat.
Komentar:
Lebih seru kalau alat ini kelak bisa sekalian menjadi stetoskop dan mampu menganalisa penyakit, tetapi mungkin alat itu akan menjadi saingan bagi dokter :D