Apakah sudah pasti Batik diakui benar oleh UNESCO? bagi yang sekedar mendengar berita / cerita dari orang pasti akan mengatakan "SUDAH" dan memang itu pula yang penulis dengar dan baca dari berbagai sumber. Tapi fakta yang ditemukan ini akan membuat sebagian orang bertanya-tanya, "SUDAH" atau "BELUM".
Untuk lengkapnya Penulis ceritakan sedikit ya. Banyak berita dan cerita yang menyampaikan bahwa tanggal 2 Oktober 2009 yang lalu UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah menyatakan bahwa Batik Indonesia sebagai Warisan Dunia (World Heritage). Pernyataan itu dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kalau tidak salah 114 anggota UNESCO menyetujui pernyataan tersebut bahkan Malaysia yang notabene pernah mengakui bahwa batik adalah budaya mereka juga ikut mengakui. Diceritakan bahwa delegasi resmi dari Malaysia memberikan ucapan selamat tersebut kepada delegasi Indonesia setelah seremoni.
Tentu tidak perlu diperdebatkan lagi sudah nyata bahwa Batik itu dari Indonesia, khususnya tradisi suku jawa. Ada 2 versi mengenai asal muasal nama Batik. Ada yang bilang merupakan akronim dari Amba (Menulis) Nitik (Titik) ada juga yang bilang Amba Tritik (menulis dari pola), keduanya sama saja karena memang metoda membatik adalah dengan membuat pola dahulu dg bbrp titik-titik lalu kemudian dilukis. Selain itu begitu banyak pola / versi desain Batik Jawa karena banyak sekali daerah produsen Batik.
Kalau tidak salah Batik yang diakui sebagai World Heritage adalah yang batik tulis. Batik Cap serta Printing tidak masuk dalam pengakuan tsb karena banyak negara lain yang melakukan hal yang mirip. Entah bagaimana dengan Batik kombinasi yaitu yang dibuat secara kombinasi antara Cap dan Tulis, apakah termasuk dalam ketentuan UNESCO juga atau tidak.
Abah yakin bahwa banyak sekali warga Indonesia tanpa peduli dari suku manapun pasti sangat senang akan berita tentang pernyataan UNESCO tersebut, khususnya bagi mereka yang mempunyai rasa nasionalisme yang kuat. Dan bahkan untuk merayakannya pada hari itu banyak sekali warga Indonesia yang menggunakan Batik baik di Mall, Kantor, Sekolah, Lembaga Pemerintahan dll. Tapi banyak juga yang tidak memakai Batik yang mungkin karena:
- Tidak tahu / lupa akan event tersebut
- atas pekerjaannya mengharuskan ia mengenakan baju lain
- merasa kurang PD (istilah gaul sebagai singkatan dari Percaya Diri) atau kurang KECE (istilah anak muda untuk ganteng / cantik)
- hanya pakai Batik saat resepsi mengingat harga Batik yang bagus rata-rata diatas Rp300.000,- (padahal kalau mau mencari ada banyak baju "bermotif Batik" dengan harga dibawah Rp150.000,-)
- atau bahkan ada yang tidak memiliki Batik karena untuk memenuhi kebutuhan primernya saja masih kurang.
Tentu itu semua tidak menjadi masalah karena menggunakan Batik sewajarnya didasari atas "suatu keinginan" dan jangan atas "keharusan".
Ada yang menceritakan pula bahwa selain Batik sebelumnya UNESCO juga sudah menyatakan bahwa Keris (pedang khas Jawa) dan Wayang (juga khas Jawa) dinyatakan sebagai Indonesia's World Heritage.
Tentu ada baiknya pernyataan tersebut dibuktikan dengan kenyataan. Lalu penulis melakukan penelusuran yang anggap saja karena ketidak sengajaan karena sudah menjadi kebiasaan penulis selalu lebih mempercayai "data" dari pada sekedar "kata". Walau hanya beda 1 huruf depan tetapi artinya sangat jauh. "Data" dapat dikonotasikan sebagai "Kenyataan" (yg pasti benar) sedangkan "Kata" adalah "Pernyataan" (yang belum tentu benar).
Nah berdasarkan Data yang ada, sampai pagi ini (jum'at 9 Oktober 2009 pukul 7:00 WIB) tepatnya 1 minggu setelah pernyataan UNESCO mengenai Batik tsb kalau kita simak situs UNESCO World's Heritage List ternyata baik Batik, Keris maupun Wayang belum terdaftar pada World Heritage List. Tentu ini mengagetkan. Penulis sampai berkali-kali melakukan cross-check utk memastikan temuan ini dan kenyataan yang ditemukan penulis dari Google banyak referensi mengarah ke situs itu serta melihat isinya yang begitu lengkap sepertinya memang itulah situs resmi UNESCO utk World Heritage.
Sebagai buktinya penulis telah melakukan print screen atas daftar tsb dan menyertakan 2 list dari negara sebelumnya serta 2 list dari negara sesudah Indonesia sehingga jelas terlihat bahwa baik Batik, Keris maupun Wayang belum terdaftar sebagai World Heritage dari Indonesia.
Mengapa list tersebut belum diperbarui? apakah karena baru 1 minggu? lalu bagaimana dengan Keris dan Wayang yang katanya sudah lebih lama lagi menjadi World Heritage, mengapa juga tidak tampil?
Logikanya Batik, Keris maupun Wayang masuk pada kategori Cultural (dengan icon "♦")
Mungkin saja itu karena terlewat, tidak sengaja atau masih memerlukan beberapa prosedur dan proses. Secara Telematika, untuk mengupdate daftar seperti itu apabila situs tsb menerapkan CMS maka tidak lebih dari 5 menit waktu yang dibutuhkan untuk menyertakan Batik, Keris dan Wayang pada kategori Indonesia. Atau mungkin saja yang berwenang hanya mengupdate daftar secara periodik (misal sebulan sekali) tapi kapan itu akan dilakukan? itu tentu tetap hak yang berwenang tapi bagi yang menginginkan kepastian tentu wajar tidak sabar menunggu karena "menunggu" selalu adalah suatu yang terasa lama. :)
Penulis berharap setelah temuan ini ada pihak yang berwenang untuk membantu berkoordinasi dengan UNESCO agar daftar tsb segera diperbarui sehingga dunia benar2 mengetahui mengenai pengakuan tsb. Mungkin saja banyak pihak yang berkepentingan dengan Batik tidak mengetahui akan pernyataan tersebut (yang bersifat Seremonial). Apabila tampil pada daftar maka kapanpun, dari manapun dan siapapun yang mencari data mengenai hal itu pasti akan mengetahui bahwa Batik adalah World Heritage Indonesia. Tentu kita yakin bahwa lembaga sekelas UNESCO yang sangat reputable tersebut tidak mungkin menarik/mencabut pernyataannya akan tetapi sangatlah melegakan apabila pernyataan tersebut diiringi dengan pembaharuan daftar tersebut karena bagi penulis "daftar adalah Data dan pernyataan adalah Kata".
Bravo UNESCO, bravo Batik dan salam hormat bagi negeri tercinta, Indonesia !! (Abah)