Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
Kesehatan
Inti Cerita | Cari Cerita
Inovassi.com, Jumat, 02 Oktober 2009 14:54:37 WIB

Obat Anti Tua dan Panjang Umur

Modifikasi genetik berhasil dilakukan oleh seorang peneliti pada hewan tikus, penelitian itu untuk mencegah tikus tersebut dari penyakit, membuatnya tetap aktif dan juga memperpanjang usianya hingga mencapai 19%. Rencananya modifikasi tersebut akan diterapkan pada manusia melalui sebuah obat.

Dari yang diketahui oleh peneliti bahwa dengan mengurangi asupan kalori makanan dapat memperpanjang usia hewan, tetapi mengapa hal itu terjadi sampai saat ini belum diketahui oleh mereka. Oleh karenanya itu penelitianpun dilakukan untuk mencari jawabannya.

Metode penelitiannya adalah dengan melakukan manipulasi pada gentikus agar mereka tidak memproduksi protein, dalam halini adalah protein S6K1. Hasilnya adalah tikus tersebut tidak pernah sakit, yang tentu saja akan berpengaruh pada usinya. Belum diketahui apakah metoda tersebut akan memiliki hasil yang sama bila diterapkan pada manusia.

Hanya saja dari penelitian tersebut hasil posiitif lebih ditunjukkan oleh tikus betina, sedangan pada tikus jantan tidak terlalu Nampak efeknya. Rata-rata usia tikus betina yang berhasil dimodifikasi gennya adalah 950 hari, yang mana angka tersebut lebih panjang 19% dari usia tikus normal.

Tikus-tikus tersebutpun memiliki kulit yang lebih kencang dan tulang yang lebih kuat, selain itu mereka juga memiliki otak yang lebih cerdas.

Dengan keberhasilan metoda modifikasi gen tersebut, peneliti akhirnya mengetahui mekanisme yang menghubungkan antara makan dalam porsi kecil dengan hidup sehat. Dan dengan demikian, obat yang bisa melangsungkan proses modifikasi itu pun bisa dibuat untuk manusia
Sumber: 1
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar
http://
 
http://www.datareka.co.id
 
http://