Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
Transportasi
Inti Cerita | Cari Cerita
Inovassi.com, Sabtu, 26 September 2009 20:47:31 WIB

Truk aerodinamis

Contoh truk yang telah dimodifikasi agar menjadi aerodinamisSaat harga solar semakin meninggi periset semakin terpacu untuk mencari cara mengurang konsumsi solar pada truk besar yang sering melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu terciptalah ide yang menarik: dimana kenyataannya dengan cara apapun sudah kecil kemungkinan untuk memodifikasi mesin agar dapat irit bahan bakar sementara itu membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukan peremajaan membeli truk baru yang lebih hemat bahan bakar maka fokusnya lalu pada pemikiran bagaimana membuat truk berat tersebut agar lebih aerodinamis.

Teknologi yang diterapkan bukanlah suatu hal yang baru. Hal ini sudah dilakukan sejak dekade yang lalu pada Georgia Tech Research Institute (GTRI). Yang mereka gunakan adalah dengan teknik penekanan terhadap "pengendalian alur udara" yang dipadukan dengan cara pengurangan tahanan udara pada penerapan aerodinamis konvensional. Apabila teknologi pengurangan tahanan udara ini dipasang pada truk angkut di amerika akan dapat mencapat penghematan antara 1.6 - 2.4 juta galon solar per tahun.

Komentar:
Ide yang sangat menarik tetapi kalau diterapkan di Indonesia mungkin kurang efektif karena: 1) masih sedikitnya jalan tol, 2) kini jalan tol malah sering mengalami kemacetan terutama pada jam sibuk. 3) setelah keluar dari tol truk akan menghadapi banyak jalan rusak yang akan merusak dasar truk sehingga tidak aerodinamis lagi. Lalu bagaimana cara menghemat penggunaan Solar yang cocok bagi kita? mari kita kembali pikirkan.

Sumber: www.greenoptimistic.com
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar
http://
 
http://
 
http://