Saat harga solar semakin meninggi periset semakin terpacu untuk mencari cara mengurang konsumsi solar pada truk besar yang sering melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu terciptalah ide yang menarik: dimana kenyataannya dengan cara apapun sudah kecil kemungkinan untuk memodifikasi mesin agar dapat irit bahan bakar sementara itu membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukan peremajaan membeli truk baru yang lebih hemat bahan bakar maka fokusnya lalu pada pemikiran bagaimana membuat truk berat tersebut agar lebih aerodinamis.
Teknologi yang diterapkan bukanlah suatu hal yang baru. Hal ini sudah dilakukan sejak dekade yang lalu pada Georgia Tech Research Institute (GTRI). Yang mereka gunakan adalah dengan teknik penekanan terhadap "pengendalian alur udara" yang dipadukan dengan cara pengurangan tahanan udara pada penerapan aerodinamis konvensional. Apabila teknologi pengurangan tahanan udara ini dipasang pada truk angkut di amerika akan dapat mencapat penghematan antara 1.6 - 2.4 juta galon solar per tahun.
Komentar:
Ide yang sangat menarik tetapi kalau diterapkan di Indonesia mungkin kurang efektif karena: 1) masih sedikitnya jalan tol, 2) kini jalan tol malah sering mengalami kemacetan terutama pada jam sibuk. 3) setelah keluar dari tol truk akan menghadapi banyak jalan rusak yang akan merusak dasar truk sehingga tidak aerodinamis lagi. Lalu bagaimana cara menghemat penggunaan Solar yang cocok bagi kita? mari kita kembali pikirkan.