| Inovassi.com, Senin, 07 Desember 2009 09:10:14 WIB |
Sialnya Ulang Tahunku
|
Oleh: No Info |
|
Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-33 dan moodku
tidak terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan
harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita “Selamat Ulang
Tahun suamiku tersayang” dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang
tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat
pagi.
Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan
mengingat kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja
makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah
katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa
dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku
“Selamat pagi Pak, Selamat Ulang Tahun”. Dan akhirnya aku merasa
sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang
tahunku.
Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu
ruanganku dan berkata “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini
begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari
kita pergi makan siang, hanya kita berdua”.
Aku berkata “Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi”.
Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana
kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami
memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam
perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari
yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?”. Tidak
perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk
mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Pak,jika Anda tidak
keberatan, saya tinggal dulu ke kamar untuk melepas sesuatu agar lebih
nyaman”. Tentu saja sahutku dengan gembira.
Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian “Surprise…!!!”
Dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri,
anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu
Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana. Di sebuah sofa panjang… telanjang… tanpa sehelai benang pun…
|
| Sumber: Forum |
|
|
|
|
Komentar (0) |
|
|