Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
Intermezzo » Yang Lucu / Jokes
Arsip Yang Lucu / Jokes | Indeks Intermezzo
Inovassi.com, Senin, 07 Desember 2009 09:20:55 WIB

Dokter mesum yang sial

Oleh: no info
 
Seorang gadis cantik berusia 20-an menemui seorang dokter pakar jiwa di ruang prakteknya.

Dokter : "Ada yang bisa saya bantu?"

Gadis : "saya sangat-sangat marah dengan pacar saya, sampai-sampai saya menyebutnya manusia bangsat"

Dokter : "Kenapa kamu pangil dia begitu? Coba ceritakan."

Gadis : "Malam minggu kemarin saya pergi kepantai dengannya. Saat mulai gelap, dia memegang tangan saya"

Dokter : "Masa memegang tangan saja dibilang bangsat, itu tandanya dia tidak ingin melepas kamu. (melihat keluguan gadis itu, si dokter beraksi) Seperti inikah dia memegang tanganmu?"

Gadis : "Ya..seperti dokter memegang tangan saya. Tapi kemudian dia mulai mendekatkan badannya kesaya dan memeluk saya"

Dokter : "Seperti ini dia memeluknya?"

Gadis : "Iya, seperti dokter memeluk saya ini"

Dokter : "Itu tandanya dia ingin selalu berdampingan dengan kamu. Tidak pantas dia dibilang bangsat"

Gadis : "Abis itu dia mulai menciumi saya dok"

Dokter : "Seperti ini?"

Gadis : "Iya dok."(sambil tersipu malu)

Dokter : "Kalau sekedar ciuman seperti ini, itu masih wajar. Tandanya ia sayang kamu"

Gadis : "Tapi abis itu dokter, dia memasukkan tangannya kedalam baju saya dan mulai meraba-raba payudara saya"

Dokter : (Semakin Semangat)"Seperti ini?"

Gadis : "Iya..persis seperti cara dokter meraba payudara saya"

Dokter : "Ooo...itu bukan bangsat. Tandanya ia ingin membelai kamu"

Gadis : "Tapi Dok, kemudian dia mulai menelanjangi saya sampai bugil"

Dokter : "Apa kamu berusaha menolak keinginannya?"

Gadis : "Tidak dok, sebab saya sayang sekali sama dia"

Dokter : (Semakin membara)"Dia melepaskan baju kemu semua seperti ini?"

Gadis : "Iya dok, seperti ini. Dok tolong AC-nya dikecilkan. Dingin"

Dokter : (mengecilkan suhu AC sambil memandangi daerah-2 vital si gadis)"Itu
artinya dia ingin mengenali kamu leih dalam"

Gadis : "Kemudian dia juga menanggalkan pakaiannya dan mulai mencumbui saya sampai kami melakukan itu .."
.....
...
.....
...
Dokter : "Seperti kita lakukan tadikah?"

Gadis : "Iya, seperti tadi"

Dokter : "Itu tandanya dia sangat memerlukan kamu. Kamu jangan panggil dia bangsat"
(masing-masing mulai mengenakan kembali pakaiannya)

Gadis : "Tapi dok....."

Dokter : "Kenapa.. kamu diperlakukan seperti apa lagi sama dia"

Gadis : "Dia bilang..."

Dokter : (memotong pembicaraan)"kenapa? Apa dia tidak ingin menikahi kamu, karena kamu sudah tidak perawan lagi?"

Gadis : "Tidak, dia mau menikahi saya. Tapi dia mengaku bahwa dia pengidap AIDS"

Dokter : (terperangah dan panik) "MANUSIA BANGSAAAATTTTT!!!!!"

Semua pekerja klinik terkejut dgn jeritan doktor pakar jiwa itu..
Sumber: forum
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar