Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
AWAM memandang ALAM
Artikel | Indeks Artikel
Inovassi.com, Minggu, 25 Oktober 2009 17:38:36 WIB

AWAM menyentuh NURANI - #1 dari 3

Oleh: Abah

Sang Awam berharap ulasan ini menarik untuk dapat lebih digali dan diolah lebih mendalam dimana Sang Awam meyakini bahwa pada dasarnya perilaku manusia terjadi atas hasil kerja 3 hal utama: Tubuh, Akal dan Nurani.

Tubuh adalah sebagai media bagi manusia tsb utk berinteraksi dengan alam melalui inderanya (yang tidak akan dibahas karena ini bukan pelajaran biologi hehe).

Akal secara dominan mempengaruhi otak dan karena otak mengendalikan Tubuh maka akal secara tidak langsung juga mengendalikan tubuh.

Sedangkan Nurani "Pada dasarnya" adalah bekal dari Sang Pencipta, Sang Khaliq yang sudah tertanam dalam tubuh kita. Bekal tersebut pada dasarnya telah sempurna sedari lahir dan tidak dapat berubah oleh siapapun kecuali, tentu Sang Penciptanya. Semua hal dasar mengenai kebenaran telah tertanam pada Nurani, contoh: manusia harus berkata / melakukan hal yang baik; tidak boleh berbohong; mau menolong; tidak boleh menyakiti; dll karena fungsi Nurani adalah menjaga manusia untuk tetap menjadi Mahluk yang Mulia (baca AWAM terhadap KEMULIAAN).

Tidak seperti Akal (yang bekerja atas olahan otak, kebutuhan, logika dimana itu berarti Akal juga bekerja atas pengaruh pihak lain, seperti ajaran Agama dan bahkan hasutan Setan) sedangkan Nurani bekerja secara independen dan tanpa dapat dipengaruhi siapapun (ingat Nurani adalah seperti "bekal" dariNYA)

Atas dasar apa Sang Awam menganggap Nurani telah sempurna sedari lahir?
Penjelasnyanya begini: Otak (sebagai bagian dari tubuh dan diyakini sebagai pengendali tubuh yang utama) sudah tentu memorinya kosong saat dilahirkan. Seperti dikatakan oleh sang Awam bahwa Nurani berfungsi untuk menjaga perilaku manusia agar tetap Mulia dan Nurani ada dalam tubuh. Sudah jelas Nurani juga mengendalikan otak kita tetapi khusus untuk "Dasar Perilaku Yang Benar". Cara eksekusi Nuranipun terhadap Tubuh dapat dijelaskan dengan sederhana seperti: bila itu baik maka lakukanlah dan bila tidak baik jangan lakukan.  Nurani tidak punya nafsu, tetapi punya Sabar.  Nurani tidak punya rasa tapi punya instink. Itu alasan mengapa sang Khaliq mengatur Tubuh agar lebih mudah untuk menuruti Nurani seakan sebagai satu kesatuan.  Nurani mudah diikuti tubuh karena memang sifat Nurani yang mulia. Dan sedemikian mulianya Nurani sehingga bila manusia (yang masih kuat Nuraninya) setelah melihat sesuatu yang memilukan lalu langsung tergerak untuk melakukan perbuatan yang baik, entah menolong, membantu dengan cara lain atau berdo'a.  Hal yang demikian diistilah bahwa manusia tsb "terketuk nuraninya".

Sang Awam mencoba memberikan perumpamaan mudah mengenai Nurani (Bagi yang masih sulit mengartikan pengaruh Nurani pada tubuh) yakni semisal Otak adalah Komputer maka Nurani adalah seperti ROM (Read Only Memory), atau bila Otak adalah pengurus Organisasi maka Nurani adalah AD/ART (Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga) yang mengatur kerja organisasi itu dengan ketentuan yang tidak bisa diubah.  Kita tahu bahwa ROM tidak pernah dapat berubah isinya dan fungsi dasarnya adalah menjadi acuan baku bagi komputer dalam memproses / melakukan pekerjaan. AD/ART dibuat sebagai acuan dasar pengurus organisasi dalam melakukan kerja.  Dan justru kerja Akallah yang demi kepentingan tertentu akan berupaya untuk mengubah AD/ART itu demi mendapatkan pembenaran (bukan kebenaran).

Apakah itu berarti Akal identik dengan keburukan? tidak sama sekali.  Akal yang bekerja dengan dasar Nurani justru akan menghasilkan suatu kebaikan yang bahkan bijak.

Ingat sekali lagi Nurani bukan hanya ada dihati, Nurani bukan hanya ada diotak, Nurani ada pada seluruh tubuh, sebagai Live Dictionary bagi tubuh.

Sumber: Pribadi
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar