Pada artikel AWAM menyentuh NURANI dibahas betapa Nurani sangat berpengaruh pada tubuh. Lalu apa peran AKAL dalam kehidupan manusia?
Akal adalah suatu keistimewaan yang diberikan oleh Sang Khaliq pada Manusia dan yang membedakan Manusia dengan mahluk lainnya, dan karena Akal itu pula manusia menjadi mahluk yang Mulia dan Sempurna. Manusia dimanapun mengetahui dan mengakui keunggulan Akal. Dalam kehidupan kita sehari2 saat kita terpentok pada masalah yang sulit terpecahkan otak maka seringkali kita mengunakan solusi Akal.
Tergelitikkah anda untuk mengetahui dimana sebenarnya letak Akal tsb? apakah Akal = Otak? Bila anda termasuk yang berpendapat bahwa Akal identikan bagian dari Otak maka sewajarnya bisa diketahui letak persis Akal pada Otak, nah coba tanyakan kepada ahli medis, dimana persisnya letak Akal? sudah ratusan tahun sampai sekarang ahli medis dan ilmuwan masih terus melakukan analisa tersebut dan belum dapat dipastikan dimana sebenarnya letak Akal pada Otak, benarkah di dalam Otak kecil? Kita pakai logika mudah bila Akal adalah Otak atau dianggap bagian dari otak bukankah berarti Akal juga ada pada kera, kambing, ikan teri? tetapi ternyata tidak bukan? Kita mengetahui fungsi otak adalah untuk berfikir, mengingat, berinteraksi, menganalisa, menginstruksikan tubuh utk bergerak dll.
Contoh mudahnya ilmu eksakta, ilmu utk hidup sepenuhinya bisa dipahami cukup dengan Otak saja tetapi butuh Akal untuk menyampaikan ilmu eksakta tersebut. Mengapa sang Awam mengatakan demikian? begini, banyak yang bilang bahwa kera binatang berakal karena bisa melakukan apa yang dilakukan manusia, mereka lupa bahwa kera mampu melakukan itu karena "diajari oleh pelatihnya secara intensif", kera yang tidak diajari tidak memiliki kemampuan tersebut tetap seperti kera biasa bukan? nah sekarang mampukah kera "yang sudah pintar" mengajarkan kepintaran tersebut kepada kera lainnya? ternyata tidak mampu!. mengapa? karena kera tidak punya Akal jadi tidak tahu bagaimana cara mengajari kera lainnya. Sekarang anda mengerti pemikiran awam tersebut bukan?
Lalu kembali dengan pertanyaan diatas, apakah berarti Akal beda dengan Otak? Sang Awam meyakini bahwa jawabannya adalah YA. Dan Akal sungguh merupakan sistem penyeimbang. Pada bahasan AWAM menyentuh NURANI jelas sang Awam utarakan peran Nurani yang mengendalikan Tubuh (termasuk Akal) sedangkan Akal tercipta sebagai media yang hanya bisa mempengaruhi Otak tetapi tidak terhadap Tubuh. Contoh konkritnya ilmu Agama tidak cukup dipahami dengan Otak, melainkan harus dengan Akal sedangkan pemahaman agama secara Iman itu adalah pemahaman secara NURANI.
Untuk memahami perbedaan respon manusia atas ilmu Agama dan ilmu Eksakta bisa anda lihat pada AWAM memahami AGAMA.
Akal hanya bisa berfungsi via Otak (karena memang fungsi Akal adalah mengolah, mengatur dan mempengaruhi Otak) dimana biasanya pada orang yang cacat mental atau cacat otak maka Akalnya juga rusak tetapi pasti Nurani mereka akan tetap ada.
Apabila perintah Akal kontradiktif dengan Nurani maka akan terjadi Konflik Tubuh. (Baca AWAM melihat KONFLIK TUBUH).