Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
Kata Bijak / Wisdom
Artikel | Indeks Artikel
Inovassi.com, Jumat, 23 Oktober 2009 21:15:13 WIB

Perkerjaan besar dan pekerjaan kecil

Oleh: Abah

Alkisah, seorang kaya raya memberi tugas kepada pembuat jam tangan. "Bila kamu sanggup membuat jam yang bisa berdetak paling tidak
31.104.000 kali selama setahun saya akan beli jam kamu seharga Rp31.104.000,-" "Wah mahal sekali, tapi...," kata si tukang jam sambil berfikir, "Mana sanggup saya?"

"Ya sudah bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari dan tetap saya beli seharga 31 juta" seru si Kaya "Delapan puluh ribu empat ratus kali, masih banyak itu? Apabisa dengan mesin-mesin yang saya buat seperti ini?" jawab si Tukang jam masih penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" tantang si Kaya.  "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? masih banyak sekali itu" seru si Tukang jam yang masih ragu dengan kemampuan dirinya.

Lalu si Kaya mengatakan, "Ya sudah kalau begitu, tolong buatkan jam yang bisa bergerak setiap detik, tapi ya saya bayar seperti harga jam biasa, ...eh... berapa rupiah?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup, harganya Rp50.000,- saja pak!" kata tukang jam dengan penuh kelegaan dan keceriaan.

Maka, setelah selesai dibuat dan diberikan kepada si Kaya, jam itu berdetak satu kali setiap detik.  Tanpa terasa, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.

Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali

Renungan :
Ada kalanya kita merasa kecil melihat suatu karya besar karena melihat besarnya karya tersebut sampai kita sendiri lupa bahwa suatu pekerjaan besar tercipta dari kumpulan dari pekerjaan kecil yang terkesan simple dan rutin.   Jadi, seberapa kecilpun pekerjaan yang anda, lakukanlah dengan bangga, dan yakinilah bahwa anda mengerjakan sesuatu yang merupakan bagian dari pekerjaan besar sehingga patut serius anda lakukan dan hasil pekerjaan besar itu adalah atas peran serta anda.
Tetapi perlu anda ingat bahwa semakin anda memilih pekerjaan kecil memang itu adalah yang termudah akan tetapi yang anda peroleh juga kecil jadi beranilah untuk mengambil pekerjaan besar, dengan ichtiar yang baik serta memohon bantuanNYA agar dilancarkan segala pekerjaan anda.

Sumber: Inspirasi
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar