Home | Info baru | Cerita Berita | Artikel | Intermezzo | Temuan/Kehilangan | Jual/Beli | Tempat Menarik | MEMBER BARU |     LOGIN
Products
Artikel
Berita dalam Cerita
Intermezzo
Daftar tempat
Pasang iklan
Tentang Inovassi
Peta Situs
Inovassi Polling
Apabila ada bencana sekitar anda dan saat itu anda tidak bersama keluarga
Selamatkan diri, yakin pasti mereka melakukan yang sama
Selamatkan diri dan mencari tahu kondisi mereka
Selamatkan diri dan meminta bantuan orang utk mencari mereka
Selamatkan diri dan kalau mungkin baru mencari mereka
Langsung mencari mereka sampai ketemu, hidup ataupun mati
Hasil
Event
Olah Raga

IABC President's Golf Day Program

Seni lukis
Between Techniques and Instictive Framing: 9 Windu Jeihan
Musik
Concert: "Libertas: A Tribute to Universal Freedom and Human Rights"
Seni lukis
Pameran Biennale Pertama Seni Lukis Tradisional Bali 'Pita Prada'
Teater
lakon klasik dari Tiongkok 'Sampek Engtay' di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Seni lukis

The Dining Room / White lies.

Seni lukis

Kompleksekali

Musik

Jazz "Mben" Senen

Film

Film-film karya sutradara Iran

Seni Rupa
Ceramah Dadang Christanto
Seni Tari

Tari Kreativitat Dance-Indonesia

Seni Rupa

Biennale Anak 2010

Seni Rupa
pameran Candi Prambanan dan Candi Sewu
Teknologi
Artikel | Indeks Artikel
Previous |  
Inovassi.com, Rabu, 14 Oktober 2009 09:34:43 WIB

Lampu Taman Energi Matahari

Oleh: 1
Penggunaan listrik secara berlebihan bisa menimbulkan emisi karbon yang mencemari lingkungan. Salah satu cara berhemat pemakaian listrik adalah menggunakan lampu tenaga matahari.

Akhir-akhir ini PLN sering melakukan pemadaman bergilir, dan tidak hanya didaerah terpencil saja tetapi sudah merambah ke kota-kota besar seperti Jakarta, bandung Surabaya dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan semakin berkurangnya cadangan listrik dan bahan bakar pembangkit listrik.

Dengan kondisi tersebut ada tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu pertama menggunakan energy listrik secukupnya. Kedua menggunakan lampu hemat energy dan ketiga memanfaatkan sumber energy alternative dalam bentuk apapun.


Yang mana untuk hal pertama dan kedua hanya bisa mengurangi penggunaan energy listrik, sementara ketergantungan atas energy listrik belum dapat dihilangkan seperti pada hal ketiga.


Melimpahnya energy disekitar kita yang bisa diperoleh secara gratis dapat memaksimalkan usaha kita untuk mendapatkan energy listrik, sinar matahari adalah salah satunya. Sudah banyak bentuk pemanfaatan sinar matahari untuk menghasilkan listrik, salah satunya adalah lampu yang memanfaatkan sumber daya matahari sebagai energy utamanya.


Hingga saat ini lampu tersebut banyak digunakan untuk penerang jalan atau lampu lalu lintas. Baru-baru ini telah tersedia lampu taman yang memanfaatkan sinar matahari, produk tersebut diberi label grand solar.


Perangkat utama dari lampu ini adalah solar panel yang biasanya dipakai pada piranti pemanas air. Energi sinar matahari bisa ditangkap dan simpan di dalam baterai dengan menggunakan perangkat ini.

Pada bagian terpenting dari produk ini di dalamnya terdapat solar panel, lampu LED, lampu indikator, dan baterai tempat menyimpan energi listrik.

Sistem kerja lampu ini adalah menangkap sinar atau cahaya matahari pada siang hari, selain itu juga menangkap sinar UV bila matahari tidak bersinar terang lalu menyimpannya di dalam baterai. Lalu melalui proses photovoltaic sinar tersebut diubah menjadi listrik dan disimpan dalam baterai. Lampu indicator yang berwarna merah akan menyala pada saat solar panel bekerja, dan akan mati secara otomatis bila baterai telah penuh. Untuk kondisi ini lampu dapat menyala selama kurang lebih 12 jam.

Listrik yang sudah tersimpan di dalam baterai, dapat mengalirkan energi listik. Tinggal geser tuas saklar pada rumah lampu, lampu pun menyala. Dalam kondisi baterai penuh, lampu akan menyala selama kurang lebih 12 jam.
Untuk mengisi baterai hingga penuh hanya dibutuhkan waktu 4 jam dalam keadaan matahari bersinar tanpa mendung. Sementara dalam keadaan mendung pengisian baterai tidak akan maksimal dan lampu hanya dapat menyala selama kurang lebih 6–8 jam.

Dengan pemakaian lampu seperti ini, energi listrik di rumah bisa dihemat sekitar 10%. Tagihan listrik pun bisa berkurang setiap bulannya. Hemat bukan?

Keuntungan Dibanding Lampu Taman Biasa

1. Sumber energi listriknya tidak pernah habis. Selama kehidupan masih ada, matahari akan terus bersinar.
2. Irit biaya. Lampu ini membuat Anda berhemat tagihan listrik. Meskipun secara hitungan uang harganya relatif mahal, jika diperhitungkan secara lebih seksama lagi hitungan uang ini relatif murah. Karena porsi tagihan listrik untuk pemakaian lampu taman bisa berkurang selama menggunakan lampu ini.

3. Tak perlu biaya perawatan khusus. Hanya perlu dilap pada permukaan solar cell agar kotoran tidak menutup energi sinar matahari yang diterimanya.  Bahan lampu juga anti jamur dan tak mudah berkarat sehingga konsumen semakin mudah dalam perawatannya.
4. Ramah lingkungan. Dilihat dari keseluruhan bahan, lampu ini menggunakan bahan ramah lingkungan karena baterai grand cell-nya tidak mengandung bahan kadmium dan alkali.

5. Tanpa bahan bakar dan bebas polusi. Tak ada bahan bakar yang digunakan untuk menyalakan lampu ini dan juga tak ada polusi yang dihasilkan dari penggunaan lampu ini.

Komentar:
Sebaiknya penggunaan lampu seperti ini diwajibkan bagi perumahan-perumahan menengah keatas, gedung-gedung perkantoran dan semua penerangan jalan agar tagihan listrik bisa berkurang. Lumayan kan kalau  biaya penerang jalan umum bisa dihilangkan........? Mungkinkah?

Sumber: Analisa dari berbagai info
  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar