Melalui data - data yang direkam dari Electro-encephalography (EEG), diidentifikasikan dari impuls elektrik yang dipancarkan oleh otak ada empat macam frekuensi gelombang otak (brainwave) yang pokok.
Gelombang otak manusia dipengaruhi oleh perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri.
Otak kanan berperan dalam menciptakan emosi, fantasi, imajinasi, dan pikiran bawah sadar, sedangkan otak kiri sangat sadar, berfungsi untuk berpikir, logis dan analitis.
Di bawah ini adalah urutan gelombang otak manusia di dalam aktifitasnya:
Beta (14 - 40 cps) Normal:
Contohnya pada saat kita aktif belajar, bekerja, kita dalam keadaan terjaga sepenuhnya.
Alpha (8 – 13 cps) Light Trance:
Contohnya pada saat kita santai atau melamun, atau malah menonton sebuah film dengan penuh "penghayatan" sampai berada dalam kondisi trance ringan (hypnoidal state), peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, meditasi, fase awal untuk mengakses pikiran bawah sadar (subconscious).
Theta (4 – 7 cps ) Medium Trance:
Contohnya pada saat kita mengantuk, dan bersiap untuk tidur. Tidur REM/Rapid Eye Movement, peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreatifitas, pengalaman emosional, berpotensi terjadinya perubahan sikap, peningkatan pengingatan materi yang dipelajari, hypnogogic imagery, meditasi mendalam, fase lebih dalam untuk mengakses pikiran bawah sadar (subconscious mind).
Delta (1 - 3 cps) Deep Trance :
Kita tertidur dengan sangat nyenyak, kadang mengigau, sukar dibangunkan.
Di dalam konteks hypnoterapy, keadaan ini disebut dengan somnabulism, dimana klien sudah dapat mengalami amnesia spontan, menjalani hypnoanesthesia dan hal-hal lain yang memerlukan deep trance.
Proses hypnoterapy dapat berlangsung jika gelombang otak klien sudah memasuki tahapan Alpha sampai Theta.
Umumnya, selama proses hypnosis orang menjadi lebih reseptif (mudah menerima) sugesti positif yang diberikan seorang hipnoterapis, menyebabkan mereka berubah dalam cara merasakan, menerima saran, kepercayaan terhadap suatu hal, pola berpikir dan berperilaku.
Ketrampilan seorang hypnoterapist, dan kerjasama dengan klien, sangat diperlukan agar klien dapat memasuki alam hipnosis (dunia bawah sadar), mulai dari dalam kondisi light trance sampai medium trance secara mudah.
Pemberian sugesti oleh seorang hipnoterapist tidak bisa dilakukan pada saat klien berada dalam keadaan deep trance, karena klien tidak dapat mendengar sugesti yang diberikan pada saat klien teridur. Jika klien tertidur, biasanya sang hypnoterapist akan melakukan tapping lembut di kening klien, agar klien dapat keluar dari kondisi deep trance.
Sebaiknya jika ingin menjalani hypnoterapy, klien tidak sedang dalam keadaan sangat capai atau mengantuk. Jika hanya ingin tidur, dapat Anda lakukan di rumah saja karena tidur di rumah gratis, jika Anda tertidur di tempat praktek seorang hypnoterapist, Anda tetap harus membayarnya!